Thursday, November 17, 2011

Cairo - Tafahna

    Melihat langsung arab badui asli pertama kali ....
pengalaman ku yang tidak akan terlupa ketika aku berada dalam perjalanan tafahna - zagazig 3 hari lalu .... salah satu desa di sebelah utara Kairo, Provinsi Ad-dakhiliyyah dengan jarak kurang lebih 66 KM .....

    Perjalanan berawal dari Hayyul 'asyir (tempat saya tinggal) menuju terminal  Mauqaf 'asyir ( baca : mau af asyir ) ... kemudian setelah itu naik tramco (mobil mini bus seperti travel di Indonesia) ke arah miit ghomr ... kurang lebih selama 1 setengah jam ... untuk pemandangan yang kita lewati sepanjang perjalanan ini adalah daerah hijau banyak kebun kurma dan sawah ( semacam tanaman kacang tanah ) .... pokoknya sepanjang perjalanan membentang banyak gedung imaroh ( apartment ) dan perkebunan ... sampai  masuk daerah miit gomr ...


     Dari miit gomr kemudian ganti tramco lagi menuju tafahna ... angkutan di sini sedikit berbeda dengan yang di Kairo ... meskipun ada juga yang sama ....  setelah itu perjalanan dari miit gomr ke tafahna kurang lebih 30 - 40 menit ... selama perjalanan di samping kanan kita masih daerah hijau dan mengikuti arah sungai ... tidak jauh seperti Indonesia ... kemudian setelah sampai ... AlhamduliLLAH ... suasananya lebih tenang dan sejuk ... lebih damai ... lebih senyum ... banyak anak-anak kecil yang bermain di pekarangan rumah ... intinya jika anda memilih untuk tenang dalam belajar maka pilih kampus azhar yang tidak di Kairo ... atau yang tinggal di daerah ... insyALLAH lebih khusyu' ... 
ongkos dari Cairo - Tafahna .... untuk berjaga2 bawa aja uang 15 pound untuk sekali jalan ...

Gambar gerbang menuju desa Tafahna Al-asyraf


    Di atas gerbang panjang dan tinggi terpampang ucapan selamat datang memasuki kampung tafahna.
"Ahlan wa Sahlan bi Tafahna el-Ashraf"
Tertulis lagi di sampingnya
"Tafahna Al-Ashraf Qaryah Namudzjiyyah" (Tafahna kampung figur)
Karena katanya dulu kampung ini sering mendapat piala adipura ....

    Di desa itu aku nginap 1 hari di rumah salah satu teman ... dan pada malam hari ternyata ALLAH memberikan hujan untuk kami .... dan pertama kali dalam hidupku merasakan hujan es ... dan katanya juga ... jika awal hujan gini itu menandakan peresmian musim panas ke musim dingin ... (udah kaya kantor pajak aja pke persmian . peresmian ..) hhe ..

     Dan karena hujan yang terjadi setahun sekali ini ... gardu listrik di daerah itu meledak dan malam itu aku habiskan dengan bergelap2 di Tafahna ...

     Dan perlu di ketahui hujan di Mesir ini sangat jarang ... kalopun hujan juga insyALLAH tidak akan sampe 10 menit ..  :D

.....................................................................................


    Kemudian keesokan harinya kurang lebih jam 10 pagi.nya aku dan seorang kakak ( yang akan pulang ke Indonesia karena sudah lulus ) kembali ke Kairo ...  

    Bedanya dengan waktu berangkat ... kali ini aku diajak  melewati sisi lain dari negara Mesir ini ...yang paling mencolok dari kebanyakan negara afrika ... Padang pasir ... yaaa ... jam 10 pagi itu jalan desa sangat becek ... jadi kita terpaksa memakai "tuk-tuk" ( bemo ) untuk sampai ke jalan raya ...

     Setelah sampai di jalan raya ... kita naik tramco lagi yang menuju ke arah zagazig ...
dalam perjalanan ini lah aku mendapat kesempatan melihat langsung orang arab badui yang hidupnya nomaden (berpindah-berpindah ) ... ternak mereka kebanyakan seperti kambing ... tapi bedanya dari kambing di Indonesia, kambing di sini memiliki ekor yang penuh lemak ... mungkin untuk menahan hawa dingin ... kandangnya pun bisa di bonglar pasang ... ada 5 tonggak dipasang mengelilingi kambing ... kemudian tonggak itu di liliti jaring melingkari kambing tersebut ...rumah mereka seperti yang aku lihat ... menggunakan seperti tenda-tenda bertambal .... kalau tentang jumlah keluarga  aku tidak terlalu memperhatikan ... hanya itu yang bisa aku lihat dalam perjalanan kemarin ...

     Kemudian kurang lebih sekitar 1jam kita sampai di terminal kota zagazig dan kemudian naik tranco lagi ke arah mau af asyir ...
dalam perjalan ini lah aku di buat berdecak kagum lagi terhadap kebesaran ALLAH ... bagaimana tidak ... padang pasir seluas itu bisa terlihat haluuuss sekali ... adakah dari kita yang mampu menghitung butir pasir yang kita lihat saja ... subhanaLLAH ...cuaca waktu itu cerah tapi terasa agak dingin karena memang saat ini memasuki musim dingin ...
aku tak berhenti tersenyum ... seakan tak percaya aku bisa melihat langsung tempat ini ... kurang lebih 9ribu kilometer dari tempatku di lahirkan ...Maha Suci Engkau yaa ALLAH yang telah menaqdirkan semua ini ...

     Setelah melewati daerah padang pasir tadi akhirnya aku sampai juga di Kairo alhamduliLLAH ...

    Dan pada malam hari nya aku juga di ajak pergi ke Tonto, Provinsi Al-Ghorbiyyah,,,,
 bersama satu teman dan satu kakak kelas...

     Nantikan perjalanan selanjutnyaaa ,,, :)



0 komentar:

Post a Comment